Ikan Betik atau
Betok (Jawa dan Sunda), Ikan ini bentuknya lonjong, ke belakang lebih pipih,
kepala besar, dan mulut tidka dapat disembulkan. Seluruh permukaan badan
termasuk kepalanya bersisik kasar dan besar-besar. Badan berwarna coklat agak
hitam kehijauan.
Ikan ini ditemukan di rawa-rawa, sungai kecil dan parit-parit, juga pada
kolam yang mendapatkan air banjir atau berhubungan dengan saluran
terbuka.
Ikan ini pancen cepat berkembang biak dan saat air keruh pun bisa bertahap
hidup, hingga pH antara 4-8, ikan ini saat kena lumput sedikit berair bisa
bertahan tidak mati, kecuali lumpurnya sudah kering. Wajar jika banyak
anak-anak di Kampung pedesaan saat goler ikan di sawah sering kali dapat ikan betok atau ikan betik.
Ternyata ikan betik ini makannya aneka serangga dan hewan-hewan air yang
berukuran kecil, ikan ini bernafas dalam air dengan insang. Karena ikan ini
punya organ labirin di kepalanya sehingga ikan ini sangat mudah cepat pindah ke
tempat lain yang masih berair.
Ikan ini mampu merayap naik dan berjalan di daratan dengan menggunakan
tutup insang yang dapat dimegarkan dan berlaku sebagai semacam kaki depan.
Kalau ikan ini dipancing cepat dapat, umpan yang sering masyarakat pakai
adalah cacing dan umpan lainnya yang biasa dijual di pasaran, ada juga yang
pakan berbahan kroto yaitu telur dari semut rangrang yang biasa membuat sarang
pada daun. Ikan ini juga senang dengan nyamuk atau larva yang lain.



