Manfaat bunga mahkota dewa
Selain pinang dan matoa, terdapat tanaman asli Papua yang tidak kalah
terkenal bernama mahkota dewa. Bernama latin Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl, tanaman ini termasuk ke dalam
famili Thymelaceae. Mahkota dewa dapat ditemukan di pekarangan
sebagai tanaman hias atau di kebun sebagai tanaman peneduh.
Tanaman ini juga dikenal dengan nama God’s Crown,
simalakama, makutadewa, makuto rajo, makuto ratu, dan makuto mewo.Mahkota dewa
merupakan pohon yang lengkap karena memiliki batang, daun, bunga, dan buah.
Tingginya berkisar antara 118 meter dengan batang berwarna cokelat dan kayu
berona putih. Umur produktif dari tanaman ini sekitar 10-20 tahun
Secara morfologi mahkota
dewa memiliki batang yang bulat, berpermukaan kasar, berwarna cokelat, berkayu,
bergetah, dan bercabang simpodial atau terbagi menjadi dua. Tanaman ini
memiliki daun tunggal yang letaknya berhadapan. Tangkainya pendek, berbentuk lanset
atau jorong dengan ujung runcing, dan bertepi rata. Pertulangan tangkainya
menyirip dengan permukaan licin, berwarna hijau tua, dan memiliki panjang 7-10
sentimeter serta lebar 3-5 sentimeter.
Bunga mahkota dewa
keluar sepanjang tahun atau tak kenal musim, tetapi paling banyak muncul pada
musim hujan. Letak bunganya tersebar di batang atau ketiak daun. Bentuknya
seperti tabung yang berukuran kecil, berwarna putih, dan harum.
Sedangkan buahnya
berstruktur bulat dengan diameter 3 sampai 5 sentimeter. Permukaannya licin,
beralur, dan ketika muda bercorak hijau dan merah setelah masak. Ukurannya pun
bervariasi, dari sebesar bola pingpong sampai apel merah.
Daging buah mahkota dewa
berwarna putih, berserat, dan berair. Bijinya bulat, keras, dan berwarna
cokelat. Sedangkan akarnya tunggang bercorak kuning kecokelatan. Mahkota dewa
dapat dikembangkan secara vegetatif dan generatif (Kurniasih, 2010).
Buah dan bijinya memiliki berbagai macam peran biologis yang dimanfaatkan
dalam bentuk ekstrak seperti antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan (Alara
et al., 2016). Secara kimia, tanaman marga atau genus Phaleria ini pada umumnya memiliki aktivitas
antimikroba.
Buah mahkota dewa
biasanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit mulai dari flu, rematik,
paru-paru, sirosis hati sampai kanker. Selain itu, buah mahkota dewa dianggap
mampu untuk mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah. Caranya dengan
mengonsumsi buah mahkota dewa yang diekstrak menjadi teh.




